Peradaban Perancis
Bangsa Prancis adalah salah satu bangsa terbesar di Eropa. Bangsa ini pernah menguasai bagian besar wilayah Eropa dan menyumbang banyak bagi perkembangan kebudayaan Eropa pada abad pertengahan dan abad pencerahan.
Awalnya, bangsa Perancis adalah bagian dari suatu kesatuan suku yang lebih besar yang mendiami eropa tengah, yang dijuluki bangsa Germanik. Mereka ini dianggap sebagai bangsa barbar oleh orang-orang Romawi, yang pada waktu itu memang memiliki kebudayaan lebih tinggi. Hingga akhir abad ke 5, bagian eropa yang kita kenal sekarang sebagai Perancis diduduki oleh bangsa Romawi. Namun bagaimanapun, seiring dengan melemahnya imperium Romawi, bangsa Germanik ini memperluas wilayahnya hingga Eropa Tengah.
Penguasaan penuh terhadap wilayah Perancis terjadi pada tahun 509. Saat itu kepala suku mereka, Clovis, kepala sub-suku Frank, berhasil memukul mundur pasukan Romawi dari Perancis dan memaklumkan wilayah itu sebagai daerah kekuasaannya. Sejak itu, keturunan Clovis menjadi penguasa Perancis, dan melepaskan diri dari kesatuan suku Germanik sebelumnya.
Kekuasaan dinasti Clovis, dikenal sebagai Merovingian, berlangsung hingga awal abad ke 8. Namun setelah itu kekuasaan raja melemah. Adalah Charles, panglima perang kerajaan, yang sesungguhnya berkuasa saat itu. Keberhasilan Charles memukul mundur pasukan moor muslim dari Spanyol pada tahun 732 membuatnya ditakuti lawan, dan diberi julukan Charles si Palu Godam, atau Charles Martel. Sejak itu dimulailah dinasti baru Carolingian, keturunan Charles Martel. Pepin, penerus Charles, sukses merebut tahta kerajaan dengan memanfaatkan legitimasi Gereja Katolik yang mendukungnya sebagai raja, sebagai ganti perlindungan yang diberikan Pepin terhadap Tahta Suci Vatikan dari serangan suku Lombard. Puncak kejayaan dinasti Carolingian tercapai pada abad ke 9, ketika Perancis di bawah pimpinan Chalemagne (Charles yang Agung) menaklukkan sebagian besar Eropa. Inilah untuk pertama kalinya tercapai stabilitas politik di Eropa sejak era Romawi. Atas pencapaiannya ini, Charlemagne pun ditahbiskan sebagai kaisar Romawi oleh Paus Leo III pada hari Natal tahun 800.
Serbuan bangsa Viking pada abad ke 9 sempat memporakporandakan Perancis. Kebijakan Charlemagne agar para bangsawan menghancurkan tembok-tembok kastil mereka memudahkan serbuan bangsa Viking ini. Namun ini tidak berlangsung lama, pada akhir aba ke 9 bangsa ini akhirnya memutuskan untuk menetap di wilayah utara Perancis, Normandia.
Bagaimanapun, seperti lazimnya kekuasaan di abad pertengahan, Perancis tidak lepas dari feodalisme. Sepeninggal Charlemagne dan serbuan bangsa Viking, Perancis terpecah di antara keturunan-keturunannya sehingga mengakibatkan perang saudara. Keadaan ini baru pulih menjelang abad ke 11 dengan munculnya pemimpin kuat lain, Philip II. Secara politik, Perancis cukup stabil sejak saat itu. Perancis menjadi tempat lahir tokoh-tokoh penting dunia seperti Montesquieu, Voltaire, dan Russeau, bahkan Leonardo da Vinci memutuskan untuk menetap di negeri itu.
